Posted on 18 Oktober 2010 by dewiisti
Ginjal
terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula renalis yang terdiri
atas jaringan fibrus. Ginjal terbagi menjadi tiga bagian. Bagian luar
adalah kulit ginjal atau korteks renalis, bagian kedua adalah sumsum
ginjal atau medulla, dan bagian ketiga adalah berupa rongga ginjal atau
renalis.
Kulit Ginjal
Kulit ginjal disebut kortek renalis. Korteks renalis tersusun dari sel –
sel ginjal atau nefron yang berjumlah lebih kurang satu juta sel. Di
dalam kulit ginjal terdapat Badan Malpighi yang terdiri atas glomelurus
dan kapsula Bowman. Glomelurus adalah kumpulan cabang – cabang yang
halus atau anyaman pembuluh darah kapiler di bagian korteks, sedangkan
kapsula Bowman adalah lapisan yang melingkupi glomelurus, bentuknya
seperti cawan dan berdinding ganda. Di korteks terjadi penyaringan
darah.
Sumsum Ginjal
Sumsum ginjal disebut Medulla. Medulla berbentuk kerucut atau renal
pyramid. Medulla merupakan tempat berkumpulnya pembuluh darah kapiler
dari kapsula Bowman. Didalam medulla akan terjadi proses reabsorbsi dan
augmentasioleh tubulus proksimal dan tubulus distal. Lengkung henle
juga merupakan bagian dari yang menghubungkan tubulus proksimal dengan
tubulus distal.
Proses pembentukan urine adalah sebagai berikut:
Penyaringan (filtrasi)
Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di
kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit),
tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan.
Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali
sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma.
Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa,
asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati
saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil penyaringan di
glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam
amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya
Penyerapan kembali (reabsorbsi)
Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap
kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus
distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. Meresapnya zat pada
tubulus ini melalui dua cara. Gula dan
asam amino
meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa
osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus
distal.
Substansi yang masih diperlukan seperti
glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan
seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat
dikeluarkan bersama urin. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan
menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan
ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang
bersifat racun bertambah, misalnya urea.
Augmentasi
Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi
di tubulus kontortus distal. Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan
menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran
ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong
kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin
akan keluar melalui uretra.